Cara Membuat Ikan Asin

Ikan asin adalah olahan ikan yang tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Ikan ini terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan proses penggaraman. Meski banyak penggemarnya, tidak banyak orang yang tahu cara membuat ikan asin sendiri di rumah.

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara membuatnya, Moms perlu tahu tentang ikan asin yang banyak penggemarnya.

Ikan kering merupakan produk alami yang mengandung antioksidan dan manfaat omega-3 dari ikan segar. Ikan asin merupakan hasil togel hari ini olahan ikan yang tersedia dari air tawar dan laut.

Moms bisa mengonsumsi ikan asin sebagai lauk atau menu makanan sehari-hari. Umumnya ikan asin disajikan dengan sambal atau sayur asem.

Ikan asin tidak hanya nikmat, tetapi juga mengandung nutrisi yang baik untuk tubuh.

BAHAN-BAHAN

Ikan

  • Pilih ikan yang masih segar karena kesegaran ikan sangat menentukan mutu ikan asinyang dihasilkan.
  • Berdasarkan ukuran, bahan baku untuk pembuatan ikan asin dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian:
  • Ikan besar, seperti tenggiri, tongkol, kakap, dan manyung
  • Ikan sedang, seperti kembungdan laying
  • Ikan kecil,seperti petek dan teri
  • Ikan yang berukuran besar perlu disiangi,yakni pembersihan dari sisik, insang, isi perut dan dibelah sepanjang garis punggung kearah perut (tetapi tidak sampai terbelah dua). Bagian yang masih tebal disayat miring bagian sampingnya. Ikan yang berukuran sedang dapat dilakukan pembelahan atau tanpa dibelah, sedangkan ikan kecil cukup dicuci dengan air bersih tanpa perlu disiangi.

Garam

Garam yang dipakai adalah garam dapur (NaCl) murni. Garam dapat menghambat atau membunuh bakteri penyebab pembusukan pada ikan sehingga ikan asin menjadi awet.

CARA MEMBUAT

Pengasinan atau penggaraman dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu penggaraman kering  (dry salting) dan penggaraman basah (wet salting).

Cara Penggaraman Kering

  1. Bersihkan ikan yang akan diolah.Cuci bersih hingga bebas dari kotoran.
  2. Sediakan garam kristal sesuai berat ikan.Untuk ikan berukuran besar, jumlah garam 20-30% dari berat ikan. Untuk ikan berukuran sedang 15 – 20% dari berat ikan, sedangkan ikan berukuran kecil 5% dari berat ikan.
  3. Taburkan garam ke dalam wadah(bak). Lapisan garam ini berfungsi sebagai alas pada saat proses penggaraman.
  4. Susunlah ikan di atas lapisan garam tersebut dengan cara bagian perut ikan menghadap ke dasar bak. Selanjutnya taburkan kembali garam di atasikan tersebut, lakukkan penyusunan ikan dan garam secara berlapis-lapis hingga lapisan teratas adalah susunan dengan lapisan lebih banyak/tebal.
  5. Tutuplah tumpukan ikan dan garam tersebut dengan keranjang /anyaman bambu dan beri pemberat di atasnya.
  6. Biarkan selama beberapa hari untuk terjadinya proses penggaraman.Untuk ikan berukuran besar selama 2-3 hari, ikan yang berukuran sedang dan kecil selama 12-24 jam. Selanjutnya, cuci dengan air bersih dan tiriskan.
  7. Susun ikan di atas para-para penjemuran. Saat penjemuran/pengeringan, ikan sekali-kali dibalik agar ikan cepat mengering.

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont indiqués avec *