Perbedaan Umum Genset Besar Dan Genset Kecil

genset besar mitsubishi powerline

Saat terjadi mati listrik, apalagi jika hal itu terjadi secara tiba-tiba tentu saja akan membuat panik karena hampir semua kegiatan memerlukan listrik. Biasanya jika itu menyangkut pekerjaan maka tentu saja sudah diantisipasi kejadiannya dengan menyediakan genset sebagai sumber listrik cadangan apabila terjadi mati listrik.

Tapi bagaimana jika kita belum mengantisipasi atau tidak memiliki genset sebagai sumber listrik cadangan. Ini tentu saja bisa menimbulkan rasa jengkel, Anda mencoba mencari-cari genset di internet. Anda lalu menemukan, bahwa jual genset besar maupun kecil ternyata begitu bervariasi harganya. Ada yang sangat murah di rentang harga 1 jutaan rupiah; ada lagi yang luar biasa mahalnya: puluhan juta, ratusan juta, hingga milyaran rupiah. Ini bisa mencengangkan dan jadi pertanyaan, kenapa bisa sedemikian jauhnya? Apakah pembuat genset ini berlebihan mengambil untung atau pembuat genset yang satu lagi tidak mencari keuntungan?

Di sini kita perlu mengenal dua tipe genset, setidaknya dari satu kelompok besar yang berdasarkan ukurannya, yakni: genset mini/portable dan genset biasa. Tidak hanya ukurannya yang berbeda, kapasitas listrik dan daya tahannya pun juga berbeda. Jelas sekali, genset mini hanya bisa menghasilkan daya listrik yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan genset biasa.

Tapi, selain soal ukuran dan kapasitas, yang mungkin belum banyak orang ketahui (sebelum mencari-cari tahu soal genset tentunya) adalah genset mini menggunakan bahan bakar bensin sementara genset biasa menggunakan mesin diesel biasanya berbahan bakar solar atau sejenisnya. Perbedaan bahan bakar ini membuat kedua tipe genset ini begitu berbeda, hingga berbeda pada prinsip pembakarannya di dalam mesin.

Seperti kendaraan, bahan bakar bensin dibakar untuk menghasilkan gerakan piston yang naik turun. Gerakan piston ini kemudian secara mekanis diubah menjadi gerakan berputar. Kalau di mobil, putaran ini jadi gerakan roda. Di genset, putaran ini untuk menghasilkan listrik. Yang membedakan antara genset bensin dan diesel, pada pembakarannya, bensin dicampur dulu dengan udara, lalu ditekan piston. Dari situ, campuran udara-bensin itu diledakkan pemicu nyala api dari busi. Pada mesin diesel, kompresi udara terjadi lebih dahulu, baru bahan bakar dimasukkan. Pembakaran diesel di mesin bisa terjadi tanpa busi.

Proses pembakaran tersebut pada genset besar maupun kecil rupanya menjadikan mesin genset diesel lebih efektif dibandingkan genset bensin. Jadinya, genset diesel bisa memiliki variasi ukuran dan kapasitas yang lebih besar dibandingkan tipe bensin. Daya listrik yang dihasilkan dan durasinya bisa begitu variatif hingga jauh melebihi genset portable. Itu sebabnya kapasitas genset diesel sangat jauh rentangnya, begitu juga dengan harganya. Sementara genset bensin dayanya jauh lebih kecil dan harganya pun banyak di kisaran 5 jutaan rupiah ke bawah saja. Anda dapat berdiskusi dulu dengan penjual mesin genset besar / kecil sebelum membelinya.

Laisser un commentaire

Votre adresse e-mail ne sera pas publiée. Les champs obligatoires sont indiqués avec *